Text
Elegi Surtini dan Ayunda
Bercerita tentang kepindahan sekolah Si Cantik, Paulin ke Singapura. Kedatangan murid baru yang kecantikannya melebihi kecantikan sang bidadari Paulin, namanya Ayunda. Kecantikan yang membuat ibu Ipung menyebutnya peri. Ia pun terpana menangis tak percaya itu calon menantunya.
Paulin salah satu siswa SMA Budi Luhur Semarang, memutuskan untuk berangkat ke Singapura. Semua karena Ipung, teman satu sekolahnya. Dari segi penampilan fisik, tak ada yang patut dibanggakan dari Ipung. Gering, hitam, wajah pas-pasan, orang ndeso pula. Tapi kecerdasan dan rasa percaya diri Ipung telah membuat si cantik Paulin memberinya gelar “pacar”. Paulin kebandara Ahmad Yani Semarang diantar Papi dan segerombolan kawannya dari SMA Budi Luhur. Sempat terjadi kegaduhan dibandara tapi dapat diatasi oleh Papi Paulin, orang terkaya dan disegani di Semarang. Dia memberikan tips berupa segepok uang kepada komandan security. Tapi ditolak. Tak ada yang membuat orang kaya tak berdaya, selain ketika uangnya tak diharapkan lagi.
Semua bersiap mendaulat kepergian Paulin yang bersejarah itu. Hanya Ipung yang tak nampak batang hidungnya. Hal ini terang saja membuat Paulin murung. Rupanya Ipung datang paling akhir dengan sepedanya. Anak gering ini kebandara dengan mengumpulkan seluruh kekuatannya, tapi tertahan untuk masuk peron ruang VIP karena karcis habis. Mudah bagi Ipung untuk masuk dengan kartu pers-nya. Tapi ia paham kelemahan sebuah kekuatan. Kekuatan itu mudah sekali mendatangkan keangkuhan. Ipung memilih untuk bernegosiasi dengan sekuriti peron. Akhirnya Ipung berhasil masuk. Tapi Paulin telah beranjak menuju pesawatnya. Sempat menoleh dan melihat Ipung dibalik kaca meski jarak mereka telah jauh. Kehilangan adalah latihan baik, karena semua orang akhirnya akan kehilangan.
| 004320 | 813 Prie e | My Library | Tersedia |
| 004321 | 813 Prie e | My Library | Tersedia |
| 004322 | 813 Prie e | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain